Recent Comments

Favourite Links

Belajar Sabar, Sabar Belajar

4 Agustus 2010

Senin (2/8/10) lalu, Vari mewakili sekolah mengikuti lomba menempel bentuk geometri di Pendopo Tamansiswa dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional. Lomba ini diikuti oleh TK se-kotamadya Yogyakarta.

Sejak hari Jum’at sebelumnya, kami sudah mendapat gambar contoh dan potongan-potongan kertas yang siap ditempel dari bu guru. Cukup rumit juga gambarnya menurut Ibu, banyak pritilan kecil-kecilnya. Tapi tak apa, malah kebetulan, sekalian untuk belajar sabar. Dan benar saja, 3 kali latihan di rumah benar-benar Vari belajar menjadi sabar dan harus sabar agar bisa belajar dengan baik.

Latihan pertama karena disambi-sambi nonton TV, perlu waktu 1,5 jam di malam hari ditambah dengan sekitar 15 menit di keesokan harinya untuk menyelesaikan 1 gambar. Hari berikutnya dalam waktu 1 jam masih kurang rumput-rumput, kepik, ulat dan matahari, sudah mogok. Baru di latihan yang ketiga 1 gambar penuh bisa selesai dalam waktu 1 jam lebih 10 menit.

Saat hari H, berhubung hari kerja, Senin pula, Ibu tidak bisa menemani Vari, Uti yang mengantar ke Tamansiswa ditemani dengan Bu Dyah, guru Vari. Di undangan tertera acara akan dimulai jam 8.00, tapi sampai jam 9.00 belum dimulai juga. Ketika kemudian mulai, sambutan-sambutan yang isinya hanya dipahami oleh orang dewasa pun masih diacarakan. Hampir jam 10 lomba baru dimulai. Ibu sampai senewen, berulang kali telpon Uti, khawatir mood-nya Vari jadi buruk karena kelamaan menunggu.

Tapi ternyata kekhawatiran Ibu tidak terbukti (Ibu memang khawatiran!). Vari dengan sabar menyelesaikan gambarnya. Bahkan ketika dia sudah terlihat lelah dan rumput kecil-kecilnya belum tertempel, Bu Dyah memperbolehkan kalau Vari ingin menganggap selesai gambarnya, Vari menolak. Dia tetap berusaha menyelesaikan tugasnya. Setelah selesai juga dia tidak mau langsung pulang, ingin menunggu sampai pengumuman.


Ini dia Vari dan hasil karyanya.


Vari memang penasaran dengan pengumuman lomba itu. Sejak sebelum berangkat dia sudah bilang kalau dia ingin menang, ingin dapat piala karena selama ini Vari belum pernah mendapat piala. Dia ingin seperti teman-temannya yang pernah mendapat piala dari sekolah saat tutup tahun atau seperti kakak kelasnya yang mendapat piala saat ikut lomba mewarnai. Kami semua menyemangatinya, “Kalau pengen dapat piala ya Vari harus berusaha sebaik-baiknya. Tapi kalau sampai nanti ga menang, ga usah sedih, yang penting Vari sudah berusaha. Kalau Vari terus belajar pasti suatu saat akan dapat piala.” Dia mengangguk-angguk saat mendengar nasihat itu. Tapi nyatanya saat pemenang diumumkan dan nama Vari tak dipanggil, sempat juga rasa kecewa datang dan langsung mengibuk-ibuk, kata Uti, mau dipeluk Ibu. Untung kekecewaannya tidak lama karena Uti memberinya penjelasan dan penghiburan. Yang penting sudah foto sama piala :D


Para pemenang memang pantas menjadi pemenang. Kertasnya terisi penuh, paduan warnanya bagus, ada yang pakai bingkai-bingkai segala. Selamat untuk para pemenang.


Bagi kami, yang penting Vari mendapat kesempatan tambahan untuk belajar sabar dan mau sabar saat belajar karena selama ini memang masih sulit “mengikat” Vari agar mau duduk, mengerjakan sesuatu untuk waktu yang agak lama. Dan rasanya Vari sudah mempergunakan kesempatan itu dengan cukup baik. Kalau meniru kata Rianti Cartwright di Indonesia Mencari Bakat, komentar Ibu untuk Vari “Good job!” :)

Leave a Reply

  

  

  


three − = 1

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *